PENGUMUMAN

Untuk sementara BLOG ARBONMANIA.COM sedang dalam masa perbaikan/repairing. Sehingga bagi para Visitor harap maklum. untuk kedepannya, admin blog ARBONMANIA.COM minta saran dan kritik dari para visitor ekalian. silahkan tulis saran dan kritik anda dikotak SM atau CB. terimakasih.

About Me

Foto saya
bojonegoro, JAWA TIMUR, Indonesia
Saya seorang pelajar asal kampung yang ingin bisa dikenal oleh masyarakat Indonesia dan Dunia

Admin Chat

BADGE

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer ResourcesFree Naruto GamesFree Image Hosting

Search

Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Oktober 2010

Mbah Maridjan dan Merapi

KETIKA Gunung Merapi dinyatakan dalam status awas oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta pada Senin (25/10) pukul 06.00, pemerintah menindaklanjutinya dengan memerintahkan warga di sekitar gunung itu untuk mengungsi.

Sabtu, 04 September 2010

Gunung Seulawah Agam Naik Level Waspada


Gunung Sinabung meletus
VIVAnews -- Gunung Seulawah Agam, salah satu dari tiga gunung api  tipe A ( aktif meletus) di Nanggroe Aceh Darussalam  naik statusnya sejak tanggal 1 September 2010. "Dinaikkan dari "Normal" (Level I) menjadi "Waspada" (Level II)," demikian disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG).

Selasa, 31 Agustus 2010

Pengungsi Sinabung Mulai Terjangkit ISPA


Pengungsi Sinabung Mulai Terjangkit ISPA
Kabanjahe, Sumut (ANTARA) - Penyakit infeksi saluran pernapasan akut mulai menjangkiti sebagian warga Tanah Karo yang mengungsi pascameletusnya Gunung Sinabung, Minggu (29/8) dini hari.

Kamis, 19 Agustus 2010

Warnig!!!!!!!!! Bongkahan Es dengan luas Setengah Jakarta


Sebuah bongkahan es berukuran hampir setengahnya Jakarta mengapung di Laut Arktik di Kutub Utara setelah memisahkan diri dari sebuah gletser di Greenland.

Sungguh suatu hal yang mengejutkan. Menurut prediksi saya, Global Warming mencapai puncaknya pada tahun 2050. Ketika semua es dikutub telah habis menguap/mencair karena pemanasan global.

Rabu, 04 Agustus 2010

Bali Bakal Terendam dan Nusa Dua akan Terpisah pada 2050


REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Kenaikan suhu yang ekstrim dan meningkatnya air muka laut akibat global warming (pemanasan global), mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. Daerah Khusus Ibukota (DKI Jakarta) merupakan salah satu wilayah yang sangat rentah terhadap peningkatan curah hujan.

Kamis, 10 Juni 2010

Segera Tiba, Ancaman Badai Matahari

Badai Matahari (BBC)
VIVAnews - Aktivitas matahari bakal semakin aktif dan akan mengakibatkan efek negatif bagi Bumi.

Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, sejumlah ilmuwan matahari terkemuka berkumpul di Washington DC, AS Selasa lalu, 8 Juni 2010, untuk membahas cara terbaik melindungi satelit-satelit Bumi dan sistem vital dari badai matahari.

Badai matahari terjadi saat beberapa titik matahari meletus dan memuntahkan cipratan partikel yang bisa merusak. Aktivitas ini berlangsung dalam siklus 11 tahun sekali.

"Matahari telah bangun dari tidur panjangnya. Dan dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat aktivitas matahari dalam level yang lebih tinggi," kata Kepala Divisi Heliophysics NASA, Richard Fisher, seperti dimuat laman Christian Science Monitor.

"Di saat yang sama masyarakat teknologi sedang mengembangkan kepekaan baru menghadapi badai matahari."

Masyarakat di abad 21 sangat bergantung pada sistem berteknologi tinggi dalam kehidupan sehari-hari yang rentan pada akibat badai matahari.

Navigasi GPS, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat semua bisa mati mendadak oleh aktivitas matahari.

Kerusakan ekonomi yang diakibatkan badai matahari diperkirakan dua puluh kali lebih besar dari Badai Katrina -- demikian peringatan yang dikeluarkan National Academy of Sciences dalam sebuah laporan tahun 2008.

Untungnya, banyak kerusakan dapat diatasi jika  mengetahui kapan badai akan datang. Itulah sebabnya pemahaman cuaca matahari yang lebih baik dan kemampuan untuk memberikan peringatan dini, sangat penting.

Menempatkan satelit di 'safe mode' dan melepaskan transformator agar dapat melindungi elektronik dari lonjakan listrik yang merusak.

"Prakiraan cuaca luar angkasa ini masih dalam pengembangan, tapi kami membuat kemajuan yang cepat," kata Thomas Bogdan, direktur Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA).

NASA dan NOAA bekerja sama untuk mengelola armada satelit yang memantau matahari dan membantu untuk memprediksi perubahan surya.

Sepasang pesawat ruang angkasa yang disebut stereo (Solar Terrestrial Relations Observatory) ditempatkan di sisi berlawanan dari matahari, yang bisa menampilkan gabungan dari 90 persen dari permukaan matahari.

Selain itu, SDO (yang Solar Dinamika Observatory), yang baru saja diluncurkan pada bulan Februari 2010,  bisa menghasilkan foto bagian aktif yang baru di permukaan matahari.

Juga, sebuah satelit tua yang disebut Advanced Komposisi Explorer (ACE), yang diluncurkan pada tahun 1997, masih memantau matahari.

"Saya percaya kami berada di ambang era baru di mana cuaca ruang angkasa dapat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari seperti cuaca bumi biasa." kata Fisher. "Bagi kami, ini sangat serius." (hs)

Jadwal Mivo TV

Make Widget